The Mandalika, March 12, 2025 - In celebration of the holy month of Ramadan 1446 H, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) once again embraces the spirit of togetherness by distributing free takjil to the community and tourists in The Mandalika area. This initiative takes place from March 11 to 15, 2025, at several strategic locations, including Kuta Beach Park, Bazaar Mandalika, Merese/Tanjung Aan, and Pertamina Mandalika International Circuit. Acting General Manager of The Mandalika, Wahyu M. Nugroho, stated that the takjil distribution is part of the "Berkah Ramadan Seru 2025" program, aimed at strengthening the bond between ITDC and the surrounding community. More than just sharing food, this initiative is expected to create moments of togetherness and foster social awareness during this blessed month. “Ramadan is a time to reinforce unity and spread kindness. By distributing takjil to the community and visitors at The Mandalika, we hope to bring the warmth of Ramadan 1446 H,” said Wahyu. As the time for iftar approaches, ITDC takes an active role in distributing hundreds of takjil packages at designated locations to the local community, including residents, street vendors, and tourists enjoying the evening in The Mandalika tourism area. In addition to the takjil distribution, ITDC also organizes various social activities as part of the "Berkah Ramadan Seru 2025" program, such as the Mosque Safari, donations for orphans, and the distribution of staple food packages to residents in the seven buffer villages surrounding The Mandalika. Adding to the Ramadan festivities at The Mandalika, ITDC’s subsidiary, PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Nusantara Jaya, hosted a communal iftar at the Pertamina Mandalika International Circuit on Friday, March 7. This special event was attended by approximately 120 local residents, who had the unique experience of breaking their fast at one of Indonesia’s prestigious international racing circuits. The event commenced with a circuit tour using Lampaq and a group photo session at Turn-10, further strengthening the sense of unity between the community and the organizers. Through the "Berkah Ramadan Seru 2025" program, ITDC hopes to make a positive impact and enhance its harmonious relationship with the local community. “With the spirit of sharing and togetherness, ITDC hopes that this program not only brings blessings to the community but also strengthens the bond between ITDC and the local residents. The ‘Berkah Ramadan Seru 2025’ initiative is a tangible expression of ITDC’s commitment to creating a harmonious and meaningful environment during this holy month,” Wahyu concluded.
The Mandalika, 09 Maret 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan di kawasan The Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC menggelar Pelatihan Internalisasi Nilai-nilai Hospitality Operation & Services The Mandalika pada Sabtu, (8/3) di Kantor ITDC The Mandalika. Pelatihan ini mengedepankan peningkatan keterampilan tenaga operation dan services dalam menerapkan standar hospitality, service excellent, dan quality service guna memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan serta mendukung pengelolaan kawasan wisata secara profesional. Pelatihan yang diikuti oleh 48 peserta, mayoritas berasal dari beberapa desa sekitar kawasan The Mandalika. Dengan keterlibatan tenaga kerja lokal di The Mandalika, ITDC tidak hanya meningkatkan standar layanan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk berkontribusi lebih besar dalam industri pariwisata dan sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata yang berkelanjutan.PGS. General Manager The Mandalika Wahyu M. Nugroho menyampaikan, “Sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), The Mandalika harus memiliki standar layanan yang tinggi di setiap aspeknya, termasuk dalam kebersihan dan keamanan. Operation & Services memiliki peran yang sangat krusial dalam memastikan kenyamanan pengunjung. Dengan pelatihan hospitality, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan yang tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.” Sejumlah pakar di bidang hospitality hadir untuk memberikan pembekalan teori dan praktik kepada peserta. Materi hospitality management disampaikan oleh Muhammad Muchlis, Hotel Manager Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, yang menekankan pentingnya membangun budaya kerja berbasis keramahan dan efisiensi. Sesi service excellent dan grooming dipandu oleh Bambang Eka Surya, Director Talent & Culture Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, yang menekankan pentingnya penampilan profesional dan pelayanan prima dalam menciptakan pengalaman positif bagi pengunjung. Sementara itu, I Made Merta, Director of Housekeeping Pullman Lombok Mandalika Beach Resort memberikan materi tentang quality service yang membahas standar kebersihan dan perawatan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika, ITDC terus berupaya meningkatkan standar pelayanan. Berdasarkan data terakhir, jumlah kunjungan wisatawan ke The Mandalika sepanjang tahun 2024 telah mencapai 1.241.742 pengunjung, meningkat sebesar 150% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan kawasan agar tetap menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.“Pelatihan Internalisasi Nilai-nilai Hospitality Operation & Services The Mandalika merupakan salah satu dari serangkaian program peningkatan kapasitas yang dirancang ITDC untuk memastikan setiap elemen di kawasan wisata mampu memberikan layanan terbaik. Dengan langkah-langkah ini, The Mandalika diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia, tetapi juga menjadi contoh dalam pengelolaan kawasan pariwisata yang profesional dan berkelanjutan.“ tutup Wahyu.
The Mandalika, February 26, 2025 – CV Purnama, one of the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) fostered by ITDC specializing in home decor and wall decor, has recorded a 60% year-on-year (YoY) revenue growth, increasing from an average of IDR 50 million per month in January 2024 to IDR 80 million in January 2025. Additionally, CV Purnama has successfully expanded its export market to six countries: Malaysia, Kuwait, Australia, the United States, Germany, and France. Corporate Secretary Group Head of ITDC, Million Sekarsari, stated that this achievement demonstrates the success of ITDC’s MSME development program in empowering local businesses. “We are proud to see the continuous progress of CV Purnama. We not only provide training but also open access to domestic and international markets, helping MSMEs like CV Purnama move up to the next level,” she said.Founded by M. Zaenuri Hamka and his wife, Muliani, CV Purnama has grown into a family business now managed together with their son, Abdul Qaedir Jaelani, in Praya, Central Lombok. Since 2019, CV Purnama has received support from ITDC through the Small and Medium Business (UMK) Funding Program, followed by various training sessions, including website development, digital marketing, Sarinah Pandu training, and access to the Indonesian Export Financing Agency (LPEI). Thanks to this support, the company has also actively participated in various events in The Mandalika, further expanding its product exposure. As the next-generation leader of the family business, Abdul Qaedir Jaelani emphasized that CV Purnama’s business expansion would not have been possible without ITDC’s support since 2019. According to him, ITDC has played a crucial role in business development, from capacity building and funding to opening wider market access. “We have benefited greatly from ITDC’s programs, including the Sarinah Pandu MSME training from October 24-26, 2023, as well as access to the Indonesian Export Financing Agency (LPEI). Additionally, ITDC has provided us with opportunities to showcase our products at prestigious events in The Mandalika, significantly helping us reach a broader market,” he stated.Beyond market expansion, CV Purnama has also received numerous prestigious awards that highlight the quality and innovation of its products. In 2024, CV Purnama was awarded Second Place in the Kriya Award of Dekranasda NTB for the Natural Fiber category with its woven handicrafts. This success followed previous achievements, including First Place in the 2023 Dekranasda NTB Home Decor Category for a piece created by M. Zaenuri Hamka, as well as a National Top 30 placement in 2023 for a woven food cover crafted by Muliani. These accolades further solidify CV Purnama’s reputation in the locally-inspired handicraft industry. “With continuous innovation and a commitment to high-quality, sustainable products, we hope CV Purnama remains dedicated to delivering outstanding, eco-friendly products. This success serves as an inspiration for other MSMEs in NTB to continue growing in the global market,” Million concluded.
The Mandalika, 21 Februari 2025 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan Ibu hamil dan pencegahan stunting di Desa Prabu, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui program dukungan gizi yang diinisiasi sejak 10 September 2024. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan per 5 Februari 2025, terjadi peningkatan bertahap pada rata-rata berat badan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis. Pada tahap awal evaluasi, rata-rata berat badan ibu hamil tercatat sebesar 45,85 kg (MONEV I) yang kemudian meningkat menjadi 50,86 kg pada evaluasi terakhir (MONEV IV). Selain itu, Lingkar Lengan Atas (LiLA), yang menjadi indikator status gizi ibu hamil, juga menunjukkan peningkatan dari 22,3 cm menjadi 22,61 cm, yang menandakan adanya perbaikan kondisi gizi para peserta program.Corporate Secretary Group Head ITDC, Million Sekarsari, menyampaikan bahwa peningkatan status gizi ibu hamil dalam program ini mencerminkan efektivitas pendekatan komprehensif yang ditetapkan dalam upaya pencegahan stunting. “Kami sangat mengapresiasi komitmen dan disiplin para ibu hamil yang telah mengikuti program ini. Hasil yang dicapai membuktikan bahwa dengan asupan gizi yang baik serta edukasi yang tepat, kita bisa mencegah risiko stunting sejak masa kehamilan, sehingga generasi mendatang memiliki peluang tumbuh lebih sehat dan optimal.” ujar Million. Selain perkembangan positif dari ibu hamil, dua peserta program telah melahirkan pada akhir Januari lalu. Kedua bayi tersebut lahir dalam kondisi sehat dengan berat badan sesuai standar kesehatan, sehingga tidak tergolong dalam risiko stunting. Kelahiran ini menjadi indikator awal keberhasilan program, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi ibu hamil tetapi juga memastikan kesehatan bayi sejak dalam kandungan. Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ITDC terus berkolaborasi dengan Puskesmas Kuta serta dan Pemerintah Desa Prabu untuk menjamin keberlanjutan program ini. Selain pemberian asupan gizi tambahan, para ibu hamil peserta program juga mendapatkan edukasi gizi, demonstrasi memasak makanan sehat, serta pendampingan kesehatan secara berkala untuk meningkatkan pemahaman mengenai pola makan yang baik bagi ibu dan janin. Dengan hasil positif yang telah dicapai, ITDC berkomitmen untuk memperluas jangkauan program agar lebih banyak ibu hamil di desa-desa penyangga kawasan The Mandalika dapat merasakan manfaatnya. “Upaya ini merupakan bagian dari komitmen ITDC untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas,” tutup Million.
The Mandalika, 2 Februari 2025 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) di Desa Kuta Periode 2024/2025, Universitas Mataram menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan dengan menggelar Beach Clean Up dan Transplantasi Karang di Pantai Jingle, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu, (01/02). Kegiatan ini menjadi wujud aksi nyata generasi muda dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir serta mendukung pengelolaan pariwisata berkelanjutan.PGS. General Manager The Mandalika, Wahyu M. Nugroho menyatakan, “Sebagai pengembang dan pengelola kawasan The Mandalika, kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menjaga ekosistem pantai dan laut di The Mandalika. Inisiatif mereka tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat sekitar bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama.”Selain tim kebersihan ITDC dan Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram, Beach Clean Up yang dilakukan melibatkan anak-anak SD Negeri 2 Kuta, Lombok Tengah, Basarnas, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), dan wisatawan dalam membersihkan sampah di sepanjang pantai, terutama plastik dan limbah yang berpotensi mencemari laut. Sementara itu, transplantasi karang bertujuan untuk membantu pemulihan ekosistem bawah laut yang terdampak oleh aktivitas manusia dan perubahan lingkungan.Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PMD Desa Kuta, Atas Pracoyo, ST., MT., Ph.d., menyampaikan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas aksi sosial, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi lingkungan bagi masyarakat setempat Mahasiswa KKN ingin memastikan bahwa pariwisata yang berkembang di The Mandalika tetap memperhatikan aspek lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa beserta anak - anak SDN 2 Kuta belajar langsung bagaimana mengelola sampah di kawasan pantai serta berkontribusi dalam pemulihan ekosistem laut melalui transplantasi karang. Hal ini sejalan dengan tema KKN PMD Universitas Mataram, yaitu ‘Desa Wisata dan Zero Waste’.” ujar Pracoyo.Lebih dari sekadar aksi bersih-bersih dan konservasi, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat setempat dan wisatawan tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata. “Kolaborasi seperti ini kami harapkan dapat terus berkembang agar menjadikan The Mandalika sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga lestari dan berkelanjutan,” tutup Wahyu.
The Golo Mori, 13 Desember 2024 – Dalam upaya mendukung pengembangan pariwisata berkualitas berkelanjutan di Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC bekerjasama dengan Dietplastik Indonesia mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan bertanggung jawab. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Sistem Pengelolaan Sampah pada tanggal 12-13 Desember 2024 di Golo Mori Convention Center (GMCC), Kawasan The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang diinisiasi oleh ITDC ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dalam rangkaian diskusi dan pelatihan strategis. Pada FGD yang dilaksanakan pada Kamis, (12/12), sejumlah pihak turut berpartisipasi, dari mulai pemerintah daerah seperti Perwakilan Masyarakat Adat Golo Mori, Kepala Desa Golo Mori, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, BKSDA NTT, Dinas Lingkungan Hidup, hingga pihak swasta seperti Konsorsium TODO CAMA, Peduli Sampah Golo Mori, Yayasan Bintari, Komodo Water, dan DOCK (Dive Operator Community Komodo), CV Ucis, dan juga Media.Sementara itu, pelatihan pengelolaan sampah yang diselenggarakan pada hari ini Jumat, (13/12), melibatkan pegawai ITDC The Golo Mori termasuk pegawai GMCC. Pelatihan ini mencakup berbagai materi penting, seperti pengetahuan tentang Environmental, Social & Governance (ESG), Waste Management dan Reuse Protocol, serta roleplay yang mengacu pada pembelajaran pengelolaan sampah dari penyelenggaraan event KTT ASEAN pada awal tahun 2023.Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi mengenai rekomendasi strategis untuk perencanaan pengelolaan sampah pada event The Golo Mori Jazz Festival mendatang. Direktur Operasi ITDC, Wenda Ramadya Nabiel mengatakan, “Sebagai Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination berstandar internasional, ITDC terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh aspek operasional di setiap destinasinya, termasuk kawasanThe Golo Mori. Melalui kegiatan FGD dan Pelatihan ini, kami tidak hanya berkomitmen untuk mengelola sampah secara efektif dan bertanggung jawab, tetapi juga berupaya menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, serta menghasilkan rekomendasi strategis dan Tata Kelola yang akan menjadi panduan bagi kami dalam penerapan pengelolaan sampah lebih terstruktur dan efisien di kawasan The Golo Mori. Selain itu, pedoman ini juga akan mendukung penyelenggaraan berbagai acara di masa mendatang, termasuk Golo Mori Jazz Festival yang akan datang.” Inisiatif ini selaras dengan komitmen global terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Responsible Production and Consumption dan SDG 13: Climate Action.Melalui inisiatif ini, ITDC berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah bertanggung jawab, dan memberdayakan masyarakat lokal. “Inisiatif Ikhtiar Kolektif atau Collective Effort ini selain mendukung keberlanjutan lingkungan, bersama para pemangku kepentingan juga menciptakan nilai yang memberikan dan berdampak positif secara sosial dan ekonomi, memperkuat peran The Golo Mori sebagai salah satu katalisator dalam Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination. Untuk itu kami mengundang semua pihak untuk berkolaborasi dalam mewujudkan pariwisata bertanggung jawab dan berkelanjutan menuju Sustainable Development Goals” tutup Wenda.
The Nusa Dua, 10 Desember 2024 – Rayakan HUT ke-51, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC menggelar kegiatan Donor Darah Peduli Sesama secara serentak di dua lokasi, yaitu The Nusa Dua, Bali, dan The Mandalika, NTB.Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program bertema “ITDC Berbagi Kasih”, yang menjadi wujud nyata kepedulian ITDC terhadap masyarakat sekitar. Kegiatan donor darah ini diikuti oleh 26 peserta di The Nusa Dua dan 16 peserta di The Mandalika, yang terdiri dari pegawai ITDC Group, tenaga outsourcing, serta masyarakat umum yang berpartisipasi dalam semangat kepedulian dan berbagi terhadap sesama. Acara yang dimulai pukul 10.00 WITA, bekerjasama dengan mitra kesehatan setempat, yaitu Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung dan Klinik Cyto Lombok Tengah ini berhasil mengumpulkan sebanyak 42 kantong darah, yang akan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah masing-masing.Corporate Secretary Group Head ITDC, Million Sekarsari, mengatakan, “Dengan tema 51nergy Stronger Together, kegiatan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Lombok Tengah, Bali, dan sekitarnya, serta menunjukkan kepedulian ITDC terhadap masyarakat. Kolaborasi dengan mitra kesehatan di masing-masing lokasi memastikan bahwa proses pengambilan darah dilakukan secara profesional dan sesuai standar kesehatan yang berlaku.”Selain donor darah, rangkaian “ITDC Berbagi Kasih” telah diisi dengan berbagai kegiatan sosial, termasuk kunjungan ke Yayasan Rumah Bayi Bali Indonesia pada Rabu, (4/12), pemberian santunan kepada 44 janda dan duda purnabakti ITDC di The Nusa Dua dan Jakarta, serta acara puncak peringatan HUT ke-51 ITDC yang digelar pada Jumat, (6/12) di Grand Hyatt, The Nusa Dua“Donor darah ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ITDC, tetapi juga merupakan salah satu bentuk kontribusi kami dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat. Kami berharap program ini dapat membawa manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan,” tutup Million Sekarsari
The Mandalika, November 20, 2024 – In an effort to improve community welfare in The Mandalika, Central Lombok, NTB, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) has implemented a series of Corporate Social Responsibility (CSR) programs delivering tangible benefits to the local community. These initiatives include the donation of proceeds from a charity auction for accelerated stunting intervention, hydroponic business development training for the Pokdarwis of Kuta Village, and free health check-ups for children in The Mandalika, held on Wednesday (20/11) at the Pertamina MotoGP Experience Gallery.Collaboration with various parties, including the State Property and Auction Service Office (KPKNL), Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Universitas Mataram, Kuta Health Center, and the Gugah Nurani Indonesia Foundation, has been key to the success of these activities. To address stunting in Prabu Village, ITDC and KPKNL Mataram donated Rp40,120,050 from the MotoGP 2024 merchandise charity auction. The funds were allocated to provide supplementary nutritious food for 120 days to pregnant women suffering from Chronic Energy Deficiency, supported by health workers and Kuta Health Center.This program continues previous efforts that have assisted 32 children categorized as stunted and wasted. Prabu Village was chosen because it falls outside the primary focus of the Mandalika Health Center, prompting ITDC to provide additional support for stunting intervention. Furthermore, the remaining auction proceeds of Rp44,298,985 were distributed by MGPA and KPKNL to orphanages, underprivileged children, and the elderly around The Mandalika area.ITDC’s Director of Operations, Wenda R. Nabiel, stated, “As part of our commitment to delivering a positive impact on the communities surrounding The Mandalika, ITDC continues to roll out targeted and sustainable programs focused on health, education, and economic empowerment. We believe that the success of The Mandalika tourism area is not only measured by physical development but also by the well-being of the people who are integral to this ecosystem.”In the area of economic empowerment, ITDC conducted training for the Kuta Village Pokdarwis managing the hydroponic business “Hydroku.” The training aimed to enhance production capacity and business management to meet growing local market demands. Facilitated by speakers from the Faculty of Agriculture at Universitas Mataram and the Lombok Hydroponic Community, 20 Pokdarwis members were equipped with theoretical and practical knowledge, including site visits and a 3-6 month mentorship plan. To further support this initiative, ITDC provided greenhouse optimization assistance to boost production and develop the “Hydroku” hydroponic business.Additionally, free health check-ups were conducted for 51 children from The Mandalika Child Learning Centre (MCLC) and orphans from the surrounding area as part of ITDC’s anniversary celebrations. The check-ups covered dental health, Body Mass Index (BMI), nail and ear hygiene, and hemoglobin levels for adolescent girls. Children also received health education and hygiene kits. This program aims to raise awareness of the importance of health and sanitation in supporting children’s optimal growth and development.“Through integrated initiatives in health, education, and economic empowerment, this approach not only supports local community development but also strengthens The Mandalika’s position as a sustainable and inclusive tourism destination built on collaboration,” Wenda concluded.
The Golo Mori, 11 Oktober 2024 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyelenggarakan pelatihan hospitality batch I dengan tema "Embracing Excellence: Elevating Hospitality Experience – Integrasi Budaya dan Keunggulan dalam Hospitality” di SMK Muhammadiyah Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 7-11 Oktober 2024 dan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari warga Desa Golo Mori dan siswa SMK Muhammadiyah Golo Mori. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dan pengetahuan dasar di industri perhotelan, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata di kawasan The Golo Mori. Selain itu, pelatihan ini merupakan upaya dalam mendukung pengembangan kawasan Golo Mori sebagai destinasi unggulan untuk sektor Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) di wilayah Indonesia Timur. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat berperan aktif dalam peningkatan daya saing destinasi wisata, khususnya dalam penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional. General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, menyebutkan "Kami sangat antusias dengan pelaksanaan pelatihan hospitality ini, menjadi langkah penting dalam pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk mendukung operasional GMCC. Kami berharap melalui program ini, masyarakat Desa Golo Mori, khususnya para peserta pelatihan, dapat menguasai keterampilan dasar dalam industri hospitality, sehingga mereka dapat berperan aktif dan memberikan kontribusi langsung dalam mewujudkan GMCC sebagai destinasi MICE unggulan di Indonesia Timur.” Program pelatihan ini dirancang secara komprehensif, terdiri dari sesi teori dan praktik yang mencakup berbagai topik penting dalam industri hospitality, seperti pengenalan praktik hospitality, tata cara pelayanan tamu, grooming dan personal hygiene, etika dan tata krama, manajemen operasional restoran, penggunaan peralatan makan, dan housekeeping, serta dasar-dasar operasional dapur. Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan praktis mengenai table setting dan layanan makanan, serta peran dan tanggung jawab sebagai steward. Sebagai bagian dari upaya pengembangan Golo Mori Convention Center (GMCC) menjadi pusat kegiatan MICE yang unggul, ITDC menyadari pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang hospitality. Untuk itu, ITDC mengadakan pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat setempat agar mampu berkontribusi dalam operasional GMCC. “Dengan terlaksananya pelatihan hospitality ini, ITDC menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat lokal Golo Mori serta mempersiapkan mereka untuk terlibat aktif dalam mendukung perkembangan kawasan tersebut sebagai destinasi MICE unggulan. Melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan di sektor perhotelan, diharapkan para peserta dapat turut berkontribusi dalam memberikan layanan berkualitas tinggi, sekaligus memperkuat daya saing The Golo Mori di kancah nasional dan internasional. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang ITDC dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur,” tutup Aji.
Kegiatan penanaman pohon juga libatkan para sponsor dan pembalap MotoGP™ yakni Miguel Oliveira, Johann Zarco, pembalap Moto2 Mario Suryo Aji, Somkiat Chantra, serta Manuel Gonzalez, Ivan Ortola, dan David Alonso dari Moto3. The Mandalika, 26 September 2024 - Dalam rangkaian event Pertamina Grand Prix of Indonesia (IndonesianGP) - MotoGP™ 2024, kegiatan bertema “Journey to Green Tourism Mandalika” digelar pada hari ini Kamis, (26/09), di area Deluxe Class, Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini diinisiasi oleh ITDC dan MGPA sebagai bagian dari Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney, bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) serta DORNA Sport, sejalan dengan program MotoGP™ yaitu Racing for The Future.Kegiatan ini juga didukung oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), melalui program "FIM Global Sustainability" yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. "Journey to Green Tourism Mandalika" merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan berkelanjutan di kawasan The Mandalika, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan. Program ini dihadiri oleh Direktur Operasi ITDC, Wenda Ramadya Nabiel, Chief Sporting Officer Dorna Sport, Carlos Ezpeleta, Regional Mikro Banking Head BRI Denpasar, Arry Sabdo Ananto, perwakilan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif. Kiagoos Irvan Faisal, perwakilan PT Telkom, Muhammad Kafin Latif, dan Coca Cola Europacific Partnersl serta tujuh pembalap MotoGP™ yang ikut berpartisipasi, yaitu Miguel Oliveira (Trackhouse Racing), Johann Zarco (LCR Team), Mario Aji (IDEMITSU Honda Team Asia), Manuel Gonzalez (QJ MOTOR Gresini Moto2™), David Alonso (CFMoto Aspar Team), Ivan Ortola (MT Helmets - MSI), dan Somkiat Chantra (IDEMITSU Honda Team Asia). Para pembalap ini turut bergabung bersama anak-anak dari Mandalika Children Learning Center (MCLC) dalam kegiatan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini. Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono menyatakan, “InJourney tak hanya mengangkat Mandalika ke mata dunia dengan menggelar suatu perhelatan event untuk menarik kunjungan wisatawan saja, namun lebih dari itu, dengan aksi penanaman pohon ini juga menjadi bentuk komitmen InJourney dalam mewujudkan Mandalika sebagai pariwisata yang berkelanjutan dengan mewujudkan nilai-nilai green and sustainable tourism,” ungkap Maya.Sebanyak 10.000 pohon dari berbagai jenis seperti waru, trembesi, sawo kecik, ancak, karet merah, dan mahoni ditanam secara bertahap di kawasan The Mandalika. Penanaman ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara, mengurangi emisi karbon, dan memulihkan ekosistem alami di kawasan tersebut. Selain itu, kegiatan ini memberikan edukasi kepada anak-anak dan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini, dengan harapan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap alam.Para pembalap MotoGP™ turut mencontohkan bagaimana langkah-langkah kecil dalam menjaga kelestarian lingkungan dapat memberikan dampak positif bagi masa depan. Mereka berinteraksi dengan anak-anak MCLC, serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya menghargai dan melindungi alam.Direktur Operasi ITDC Wenda Ramadya Nabiel menambahkan, “Kegiatan penanaman pohon ini merupakan langkah besar menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen ITDC untuk menanam 10.000 pohon di kawasan The Mandalika, yang juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam perlindungan lingkungan hidup.” Ia juga menjelaskan bahwa program “Journey to Green Tourism Mandalika” tahun ini menandai setiap pohon yang ditanam dengan nama pembalap MotoGP™ yang turut dalam kegiatan ini, sebagai penghormatan atas partisipasi mereka. Sebelumnya, kegiatan lingkungan juga dilakukan tahun lalu dengan aksi bersih-bersih pantai dan penanaman terumbu karang di Pantai Kuta Mandalika bersama para pembalap MotoGP™ bersama para pembalap MotoGP™. Selain Selain penanaman pohon, ajang MotoGP™ tahun ini juga memperkenalkan program "Diet Plastik" melalui inisiatif Journey To Green Tourism Mandalika, yang melarang penggunaan plastik sekali pakai, khususnya botol minuman plastik.Program ini dijadikan proyek percontohan, di mana nantinya akan disusun rekomendasi prosedur pengelolaan sampah untuk diterapkan pada setiap acara yang diselenggarakan oleh ITDC. Sebagai langkah awal, program ini dimulai di area BRI Lounge, di mana pengunjung akan mengikuti protokol guna ulang untuk membatasi penggunaan plastik.Kebijakan ini berlaku bagi semua pihak yang berada di kawasan The Mandalika, termasuk para pelaku UMKM yang terlibat dalam event ini, guna mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. “Melalui acara ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam mencapai tujuan keberlanjutan. Kami juga berharap The Mandalika dapat terus berkembang sebagai ikon pariwisata berkelanjutan di Indonesia dan dunia,” tutup Wenda.