The Mandalika, 12 Oktober 2024 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC kembali mendukung pembangunan masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di kawasan The Mandalika. ITDC menggelar program Integrated Farming System bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pariwisata (P3TA) Universitas Mataram sebagai narasumber dan pendamping di Dusun Mongge II, Desa Sukadana, pada Jumat, (11/10) dan monitoring pencegahan stunting pada Sabtu, (12/10). Corporate Secretary Group Head ITDC, Million Sekarsari, menyatakan, "Integrated Farming System hadir sebagai inisiatif ITDC untuk memberdayakan petani lokal dengan memberikan pelatihan yang komprehensif, mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga pendampingan budidaya tanaman,”Dalam pelatihan ini, sebanyak 20 warga perempuan di Dusun Mongge II, Desa Sukadana dilibatkan untuk mempelajari cara mengolah komoditas lokal seperti jamur, cabe, kelor, dan turi menjadi produk bernilai jual tinggi. Produk-produk tersebut meliputi kopi kelor, teh kelor, bon cabe, hingga stik kelor. Program ini juga memfokuskan pada keberlanjutan, melalui pendampingan budidaya tanaman pepaya calina, kelor dan juga cabe lokal , yang berpotensi menambah nilai ekonomi bagi para petani. Melalui pendekatan ini, ITDC tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga membangun sistem pertanian terpadu yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi komunitas lokal. Ke depannya, ITDC juga akan melanjutkan program Integrated Farming System di Dusun Ngolang, Desa Kuta sebagai bagian dari komitmen dalam memperluas dampak positif bagi komunitas lokal.Di tempat terpisah, ITDC juga melakukan monitor program pencegahan stunting di Desa Prabu, di mana 32 anak kategori Wasting dan Stunting menerima makanan tambahan bergizi selama 56 hari yang telah dimulai sejak Selasa (10/9). Sementara para orang tua juga mendapat edukasi tentang pola makan sehat melalui demo masak oleh Chef Anton Sugiono, Duta Pencegahan Stunting NTB. ITDC berharap program ini dapat mengurangi angka stunting, seperti yang berhasil dilakukan di Desa Mertak. “Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberdayakan orang tua dengan pengetahuan tentang pola makan sehat. Kami optimis pendekatan ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan anak-anak di Desa Prabu. Sejauh ini, setelah 28 hari program terlaksana, monitoring pengukuran berat badan dan tinggi badan bagi anak dengan kategori wasting dan stunting ini telah menunjukkan progress yang baik. 12 anak dengan kategori wasting rata-rata telah mengalami kenaikan berat badan hingga mencapai status normal.Sedangkan anak-anak dengan kategori stunting beberapa juga sudah mengalami peningkatan berat dan tinggi badan meskipun masih ada beberapa yang masih perlu dipantau lebih intensif untuk dapat mencapai progress yang lebih baik,” imbuh Million. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas layanan di kawasan The Mandalika, ITDC mengadakan sosialisasi dan pembekalan bagi anggota keamanan pleton 1, 2, dan 3 pada Rabu (9/10). Pelatihan ini berfokus pada tiga aspek utama diantaranya disiplin, hospitality, dan pelayanan pengunjung, guna memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan di kawasan The Mandalika.
ITDC berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura I (Persero), sesama member InJourney Group, menggelar program InJourney Hospitality House (IHH) Batch I tahun 2024. Acara pembukaan IHH Batch I Mandalika 2024 dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sungkul, serta PGS General Manager The Mandalika.Program pelatihan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berkelanjutan dalam industri pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sebanyak 40 peserta dari desa-desa di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan berbagai materi yang fokus pada teknik pelayanan terbaik dan profesional di bidang pariwisata.
ITDC turut berpartisipasi aktif dalam Program “Mudik Asyik Bersama BUMN 2024” dengan menyediakan bus untuk mengantarkan 36 pemudik menuju Yogyakarta. Acara mudik gratis ini berlangsung serentak di Silang Monas pada 5 April 2024. Para peserta mudik dari ITDC mendapatkan fasilitas lengkap, mulai dari kaos resmi program Mudik Asyik Bersama BUMN 2024, goodie bag berisi kebutuhan selama perjalanan seperti air mineral, snack, permen, hingga obat-obatan.Tidak hanya menyediakan transportasi dan perlengkapan perjalanan, ITDC melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga memberikan uang saku kepada setiap pemudik sebagai dukungan tambahan selama perjalanan hingga sampai di tujuan dengan aman dan nyaman.Pelepasan rombongan bus dan peserta mudik dihadiri langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, serta sejumlah direksi BUMN, termasuk Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman.Program Mudik Asyik Bersama BUMN 2024 ini bertujuan memberikan pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi wujud nyata perhatian ITDC dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program TJSL.
PT. Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyelenggarakan Program Sembako Murah sebagai bagian dari Safari Ramadhan BUMN 2024. Program ini digelar di Desa Golo Mori pada Rabu, 27 Maret 2024, dan di Desa Warloka pada Kamis, 28 Maret 2024, keduanya berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk membantu menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Program ini juga merespons dampak El Nino yang menyebabkan kenaikan harga pangan akibat gagal panen di beberapa daerah di Indonesia.Melalui Program Sembako Murah Safari Ramadhan InJourney, diharapkan ketahanan masyarakat di Manggarai Barat, khususnya di Desa Golo Mori dan Warloka, dapat semakin kuat. Desa Golo Mori dipilih karena merupakan lokasi istimewa yang menjadi tempat salah satu aset InJourney yang dikelola oleh ITDC, anak perusahaan InJourney. Selain itu, program ini diperluas ke Desa Warloka sebagai desa tetangga untuk memberikan manfaat lebih luas.
InJourney Green menggelar penanaman 15.000 pohon secara serentak oleh seluruh member InJourney Group. ITDC turut ambil bagian dalam gerakan ini pada Jumat, 8 Maret, dengan menanam 150 pohon ketapang di area parkir P4 Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.Gerakan InJourney Green merupakan bentuk tanggung jawab nyata InJourney Group dalam mengurangi emisi karbon global sekaligus mendukung target pemerintah menuju net zero emission tahun 2060. Penanaman pohon di Pertamina Mandalika International Circuit ini juga mencerminkan komitmen ITDC untuk mewujudkan visi “Becoming Leading Green Indonesia Tourism Corporation for Sustainable Destination Ecosystem” dan memajukan konsep green tourism di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.Pada Maret 2024, target penanaman pohon mencapai 5.150 pohon dengan berbagai jenis, seperti waru, sawo kecik, trembesi, ancak, kamboja, widuri, dan banten. Penanaman pohon di kawasan The Mandalika juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Forum Wartawan Lombok Tengah yang ikut berpartisipasi bulan lalu.ITDC terus melakukan penanaman di tiap kawasan pengelolaannya dengan memperhatikan kebutuhan ekologis agar pohon dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan. Melalui langkah ini, ITDC dan InJourney tidak hanya menunjukkan komitmen menjaga kelestarian alam, tapi juga menginspirasi perubahan positif dalam industri pariwisata.
ITDC bekerja sama dengan Asosiasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Community Collaboration. Program ini bertujuan untuk menggali, memperkuat, dan mengasah keterampilan serta kreativitas para pelaku UMKM lokal yang tergabung dalam Asosiasi UMKM Mandalika.Salah satu kegiatan dalam program Community Collaboration kali ini adalah kelas memasak dengan tema "How to Bake Pastry" yang dipandu langsung oleh Chef Khaeruddin Umar. Melalui kegiatan ini, ITDC berharap dapat menjadi daya tarik utama (crowd puller) di Bazaar Mandalika sekaligus memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan dan perkembangan UMKM lokal di kawasan tersebut.
Jakarta, 4 Januari 2024 – Guna mewujudkan sustainable tourism, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), memastikan kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas utama pengembangan tiga destinasi pariwisata yang dikelolanya yaitu di The Nusa Dua, Bali, The Mandalika, Kab. Lombok Tengah, NTB dan The Golo Mori, Kab. Manggarai Barat, NTT. Di setiap kawasan yang dikelola, ITDC telah menerapkan manajemen terpadu dengan implementasi Standard Operating Procedures (SOP) yang konsisten, sehingga mampu menciptakan kawasan pariwisata yang bersih dan nyaman bagi pengunjung dan wisatawan. Direktur Operasi ITDC Troy Warokka menyebutkan, “Pentingnya menjaga kebersihan kawasan pariwisata, menjadi komitmen dan perhatian kami sebagai pengelola kawasan. Hal ini menjadi pekerjaan kami sehari-hari maupun saat penyelenggaraan acara atau event, di masing-masing kawasan yang kami kelola. Dengan langkah-langkah konkret ini, kami berharap dapat memberikan pengalaman wisata terbaik dengan tetap memprioritaskan keberlanjutan lingkungan sekitar.” Salah satu bukti nyata konsistensi penerapan manajemen sampah yang dilakukan ITDC adalah pengelolaan sampah terpadu secara mandiri yang telah dilakukan hampir selama 50 tahun di kawasan The Nusa Dua, Bali . Pengelolaan sampah terpadu ini, dilakukan dengan seksama, yaitu dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk kesuburan tanaman di kawasan. Untuk sampah anorganik berupa plastik dan limbah B3 yang dipisah dan diolah secara khusus untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Di kawasan The Mandalika, Kab. Lombok Tengah, NTB telah dilakukan kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup & Kebersihan (DLHK) Prov. NTB, Bank sampah BSF Dusun Sengkol dan Desa Pengengat, serta pihak pengelola jasa waste management untuk memastikan kebersihan kawasan selama penyelenggaraan event. Untuk kebutuhan sehari-hari, pengelolaan sampah dilakukan oleh Bagian Operasional The Mandalika, dan kemudian dibawa ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) di Desa Pengengat. Sementara, di kawasan The Golo Mori, Kab. Manggarai Barat, NTT, ITDC telah bekerjasama dengan pihak pengelola jasa waste management untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan baik. Selain pengelolaan sampah terpadu, ITDC juga menerapkan sistem pengelolaan limbah cair di kawasan The Nusa Dua. Instalasi pengelolaan air limbah yang dikelola oleh anak usaha ITDC yaitu PT ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) yang merupakan penyedia sistem utilitas yang terintegrasi dengan kehandalan sistem terbaik serta ramah lingkungan. Sistem pengelolaan limbah cair ini dipusatkan di Lagoon ITDC, diatas lahan seluas 20 Ha dengan luas lahan basah yaitu 13,5 Ha. Sistem pengelolaan menggunakan Teknologi Waste Stabilization Ponds dengan kapasitas maksimal 10.000m3 per hari. Air limbah tersebut diolah di kolam lagoon, lebih dari 90% air olahan tersebut telah dimanfaatkan untuk penyiraman area taman dalam kawasan The Nusa Dua. “Kami percaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan ITDC berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi guna menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di semua kawasan yang kami kelola. Dan kami percaya langkah ini, dapat menjadikan destinasi pariwisata yang kami kelola sebagai destinasi pariwisata yang mampu menarik wisatawan sekaligus tetap mampu menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan,” tutup Troy.
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC melakukan penataan fasilitas di area usaha Paguyuban Pedagang Pantai yang berada di kawasan The Nusa Dua sebagai bagian dari komitmen mengembangkan pariwisata berbasis komunitas.Melalui SBU The Nusa Dua, ITDC telah melakukan renovasi balai pijat milik Paguyuban Sekar Sari yang berlokasi di area pantai Pulau Nusa Dharma, The Nusa Dua. Penataan ini mencakup penyediaan bangunan fasilitas pijat yang layak serta sarana dan prasarana yang mendukung para anggota paguyuban dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.Upaya penataan area usaha ini merupakan bentuk pemberdayaan pelaku wisata, khususnya masyarakat desa penyangga, sekaligus dukungan terhadap pengembangan community based tourism melalui Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua. Paguyuban ini telah memberikan nilai tambah bagi kawasan melalui penyediaan berbagai jasa yang mendukung sektor pariwisata.
Program Sarinah Pandu adalah inisiatif kolaborasi anggota BUMN InJourney untuk meningkatkan kapasitas Mitra Binaan UMKM/BUMN. Tujuannya adalah membantu UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, meningkatkan pengetahuan pengembangan usaha, serta menjadikan merek UMKM dikenal secara nasional.Pelatihan berlangsung pada 24-26 Oktober 2023 di Sarinah Jakarta dengan metode seperti pemaparan profil UMKM, pengajaran dan pendampingan, diskusi, studi kasus, brainstorming, lokakarya, e-pembelajaran, serta kunjungan ke Indonesia Eximbank, M Bloc Creative Space, Sarinah, dan UMKM Suwe Ora Jamu.Tiga UMKM binaan ITDC dari Nusa Tenggara Barat yang mengikuti program ini adalah Tenun Dharma Setya, Kopi Telapen, dan Purnama Craft.
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), pengelola KEK Mandalika dan anggota InJourney Group, bekerja sama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang asongan serta memberikan edukasi bagi anak-anak di kawasan The Mandalika. Yayasan GNI fokus pada pemenuhan hak anak dan pengembangan masyarakat sesuai SDGs.Kerjasama dimulai dengan assessment dan Focus Group Discussion (FGD) bersama koordinator pedagang asongan, pemerintah desa Rembitan dan Kuta, serta anak-anak pedagang asongan di Kuta Beach Park pada September 2023. Dari hasil FGD disepakati pembentukan Paguyuban Pedagang Asongan yang legal sebagai wadah koordinasi, advokasi, dan pengawasan pedagang, termasuk perlindungan anak. Paguyuban juga menetapkan aturan, salah satunya kewajiban memiliki kartu identitas bagi anggota.Selain itu, dilakukan assessment dan edukasi bagi anak-anak pedagang asongan yang mayoritas berjualan malam hari, dengan metode bermain yang dipandu psikolog anak. Didirikan pula pusat belajar anak (child learning centre) untuk mendukung pendidikan dan perkembangan sosial anak melalui literasi, pojok baca, pelatihan bahasa Inggris, dan kegiatan edukatif lainnya.