The Mandalika, November 26, 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) continues its commitment to developing human resources in The Mandalika Special Economic Zone (SEZ) through the implementation of the InJourney Hospitality House (IHH) program in collaboration with InJourney Airport. This year marks the third year of the program, which aims to continuously strengthen the hospitality skills of communities surrounding the destination. The training took place on 24–26 November 2025 at the VIP Deluxe area of the Pertamina Mandalika International Circuit, joined by 29 participants from Pujut District, Central Lombok, West Nusa Tenggara (NTB). Participants received hospitality skills training to support tourism operations in The Mandalika.The training was officially opened by the Head of the Tourism Office of Central Lombok Regency, Lalu Sungkul, and Vice President Operations & Services of The Mandalika, I Made Pari Wijaya. The event was also attended by Head of Communication & CSR of PT Angkasa Pura Indonesia, Angga Maruli, and Coordinator of Instructors from the Central Lombok Manpower and Transmigration Office, Irwan Santoso, as a form of multi-stakeholder support in strengthening the quality of local human resources. PJ Vice President Corporate Secretary ITDC, Agung Dwipramana, stated that the InJourney Hospitality House program reflects ITDC’s real commitment to supporting local communities as an essential part of Mandalika’s development."We want to ensure that The Mandalika’s development is not only focused on infrastructure, but also on improving the capacity of local communities as tourism players. After three years, we have seen the positive impact reflected in the improved quality of service in the area,” he said.The training was facilitated by two local trainers, Burhanudin from Tumpak Village and Malik Abdul Aziz from Kuta Village. Both trainers are graduates of the InJourney Training of Trainers (ToT) program. With strong experience in hospitality and community empowerment, they share knowledge and expertise to support the goal of creating more inclusive and sustainable economic benefits for communities around The Mandalika. Through the basic training materials, participants learned about serving with sincerity, delivering services that meet visitor needs, and building effective communication to create meaningful visitor experiences. The participants came from various backgrounds, including students, security officers, cleaning service staff, small business owners, and housewives. This diversity shows that opportunities to improve livelihoods through tourism are open to all community groups.“The training was carried out interactively and enthusiastically, showing ITDC’s strong commitment to creating an inclusive, sustainable, and globally competitive tourism ecosystem. At the end of the program, participants will receive a certificate and a reward in the form of a Paddock visit and a tour of the Pertamina Mandalika International Circuit. We hope they can apply the knowledge they have gained and contribute to a greater local workforce ready to take part in the growing tourism sector,” Agung concluded.
Jakarta, 12 November 2025 – Selama lebih dari setengah abad, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berperan aktif dalam pembangunan pariwisata nasional melalui pengelolaan destinasi kelas dunia. Memasuki usia ke-52 tahun ini, ITDC meneguhkan kembali semangat inovasi dan pengabdian bagi bangsa dengan mengusung tema ‘Innovation for the Nation’, sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang dan kontribusi terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan, ITDC menggelar kegiatan sosial bertajuk “ITDC Berbagi Kasih” secara serentak di tiga kawasan kelolaannya. Yakni The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Lombok Tengah, dan The Golo Mori di Manggarai Barat. Direktur Utama ITDC, Ari Respati, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-52 ini menjadi momentum penting bagi ITDC untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa. ‘Innovation for the Nation’ bagi kami bukan hanya slogan, melainkan semangat untuk terus menciptakan nilai tambah bagi negeri. Inovasi tidak selalu berbicara tentang teknologi atau infrastruktur, namun juga tentang bagaimana perusahaan mampu menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar kawasan pariwisata yang kami kelola,” ujar Ari Respati. Di kawasan The Nusa Dua, ITDC menyalurkan santunan kepada 36 anak dari Panti Asuhan Tat Twam Asi yang berlokasi di Jl. Jaya Giri IX No.6, Dangin Puri Klod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Bantuan diserahkan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp10.800.000 untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan keseharian anak-anak panti. Di kawasan The Mandalika, kegiatan sosial dilaksanakan melalui santunan kepada 24 anak yatim piatu dan sumbangan bagi satu pondok pesantren, yaitu Ponpes Al-Mujtahidin NW Batu Gulung, di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Total santunan yang diberikan sebesar Rp11.000.000, terdiri dari bantuan bagi anak yatim piatu sebesar Rp7.200.000 dan sumbangan untuk pondok pesantren sebesar Rp3.800.000. Sementara di kawasan The Golo Mori, ITDC melaksanakan kegiatan “ITDC Berbagi Kasih: Kunjungan Kemanusiaan bagi Mereka yang Membutuhkan Bantuan Khusus” di Panti Rehabilitasi Kusta dan Cacat St. Damian yang berlokasi di Pantai Binongko, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Bantuan diberikan kepada 24 penerima manfaat yang terdiri dari bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, dan para suster pengasuh dengan berbagai keterbatasan fisik maupun mental. Santunan diserahkan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp2.000.000, serta berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula pasir, teh, ikan kaleng, biskuit, dan snack anak-anak. “Melalui kegiatan sosial ini, ITDC berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar kawasan, memperkuat nilai kepedulian, serta menjadikan inovasi sebagai jalan menuju perubahan yang berkelanjutan. Semangat berbagi ini menjadi refleksi nyata dari perjalanan panjang ITDC selama lebih dari lima dekade sebagai pelopor pengembangan kawasan pariwisata di Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan sosial yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Ari.
The Golo Mori, 7 November 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan kawasan jelang musim penghujan serta memastikan kesiapan destinasi wisata menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui The Golo Mori kembali menggelar program aksi lingkungan “KolaborAksi: Golo Mori Bersih, Golo Mori Asri” yang dipusatkan di kawasan pesisir Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada hari ini Jumat (7/11).Program ini menjadi komitmen ITDC memperkuat sinergi antar-stakeholders sekaligus memastikan kualitas pengelolaan kawasan The Golo Mori sebagai destinasi MICE dan wisata alam yang bersih, aman, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas lokal, para mitra, serta pengelola kawasan, kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada pembersihan lingkungan pesisir dan area publik, tetapi juga agar masyarakat kian sadar mengenai pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban lingkungan, kenyamanan wisatawan, serta keberlanjutan ekosistem pesisir. Komitmen itu disampaikan General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, yang menyatakan, “The Golo Mori bukan hanya sebuah destinasi, tetapi kawasan yang tumbuh bersama masyarakat dan alam sekitarnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama menjaga kebersihan, memperkuat sinergi, dan memastikan kawasan tetap aman, tertata, dan nyaman bagi wisatawan,khususnya menjelang periode libur akhir tahun.”Aksi bersih-bersih dilakukan dengan menyusuri area vital kawasan, mulai dari jalan utama, area parkir, hingga pesisir Pantai Pasir Panjang yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pengunjung. Selain membersihkan sampah, ITDC melalui The Golo Mori juga menyerahkan 2 (dua) set tempat sampah terpilah (organik dan anorganik) pada perangkat desa dan pengelola Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah(UMKM) di area parkir Pantai Pasir Panjang. Ini jadi upaya proaktif ITDC mendorong perilaku wisata yang bertanggung jawab, mengurangi potensi pencemaran, serta menciptakan lingkungan yang rapi, tertata dan ramah bagi wisatawan.KolaborAksi Golo Mori tahun ini juga diperkuat dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan mitra kawasan, mulai pegawai ITDC The Golo Mori, Tim Golo Mori Convention Center (GMCC), perangkat dan masyarakat Desa Golo Mori, Paguyuban Pedagang Pantai Pasir Panjang, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sinergi lintas unsur ini menunjukkan besarnya semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan, sekaligus memperkuat koordinasi antar stakeholders untuk memastikan kesiapan kawasan wisata di tengah meningkatnya aktivitas wisatawan pada periode akhir tahun.“Kegiatan seperti KolaborAksi akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya ITDC membangun kawasan The Golo Mori yang tangguh, hijau, dan berdaya saing global.” tambah Aji. Kegiatan rutin KolaborAksi Golo Mori menjadi upaya preventif menghadapi musim penghujan, khususnya risiko penyumbatan saluran air dan penumpukan sampah di area pesisir. Melalui aksi bersama pemerintah, masyarakat, dan mitra kawasan The Golo Mori tetap bersih, aman, dan siap menyambut wisatawan. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen The Golo Mori dan ITDC untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan menghadirkan destinasi berkelas dunia yang menyeimbangkan pengembangan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan alam.
The Mandalika, 02 November 2025 - Memasuki musim hujan, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meningkatkan intensitas pengelolaan lingkungan di kawasan The Mandalika, untuk mewujudkan visi membangun kawasan pariwisata kelas dunia. Yakni membersihkan pantai sejak 16 Oktober 2025 dengan melibatkan tim operasional dan masyarakat lokal di Pantai Tanjung Aan, yang mulai terdampak kiriman sampah laut akibat perubahan arus dan arah angin barat.Hingga Sabtu (1/11), ITDC mencatat total 7,2 ton sampah telah dikumpulkan dari area pesisir dan akses jalan menuju pantai. Sebagian besar terdiri dari plastik dan limbah non-organik yang terbawa arus laut. Pembersihan dilakukan setiap hari oleh sembilan tenaga common area ITDC (staf yang bertanggung jawab atas pemeliharaan, kebersihan, dan pengelolaan kawasan) dari desa sekitar, dengan dukungan armada truk operasional ITDC yang mengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pengengat.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyebut kegiatan ini jadi langkah antisipatif ITDC menghadapi peningkatan curah hujan yang kerap membawa sampah laut. “Memasuki musim hujan, arus laut selatan cenderung membawa material sampah dari wilayah lain ke pesisir The Mandalika, termasuk Tanjung Aan. Kami bergerak melibatkan masyarakat lokal untuk memastikan kawasan tetap bersih, aman, dan nyaman bagi pengunjung,” ujarnya.Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Nusa Tenggara Barat mulai memasuki awal musim hujan pada akhir Oktober hingga awal November. Pergeseran angin dan peningkatan gelombang laut di periode ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya volume sampah kiriman di kawasan pesisir selatan Lombok.Agus menambahkan, keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dari strategi ITDC dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata. Selain memperkuat kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga sekitar. “Kami percaya pengelolaan destinasi berkelanjutan tidak hanya soal menjaga kebersihan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan masyarakat, sebagai mitra yang menjaga wajah kawasan wisata,” tambahnya.Inisiatif ini mencerminkan pendekatan sustainable destination management, di mana kebersihan kawasan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang berkualitas dan ramah lingkungan. Upaya ini sejalan dengan komitmen ITDC mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 11: Sustainable Cities and Communities serta SDGs 14: Life Below Water, melalui pengelolaan kawasan wisata yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis partisipasi masyarakat.“Sebagai bagian dari ekosistem InJourney Group, kami di ITDC terus memperkuat sinergi lintas destinasi untuk menghadirkan pariwisata yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Komitmen kami adalah memastikan setiap kawasan yang kami kelola, termasuk The Mandalika, tumbuh sebagai destinasi yang bersih, hijau, dan memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal,” tutupnya.
The Mandalika, 29 Oktober 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemberian bantuan fasilitas, peralatan, dan pelatihan sepak bola di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). ITDC berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan, Desa, dan Karang Taruna setempat untuk memperkuat pembinaan olahraga masyarakat, khususnya di bidang sepak bola. Kegiatan yang digelar pada Rabu, (29/10) diawali dengan pelatihan dasar dribbling, passing, dan shooting. Praktek sepak bola yang dibimbing tiga pelatih Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mataram, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bantuan peralatan olahraga dan sarana pendukung kebersihan lingkungan lapangan. Bantuan yang diserahkan ITDC meliputi pengecatan dan perbaikan gawang, papan skor, jaring gawang, bendera sudut (corner flag), pembuatan garis lapangan, bangku pemain, kanopi atap pemain, bola, cone latihan, serta tempat sampah. Dukungan ini merupakan bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan Community Development ITDC yang berfokus pada pengembangan komunitas di sekitar kawasan pariwisata KEK Mandalika. “Kami percaya bahwa olahraga memiliki peran besar dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan kebersamaan masyarakat. Kami ingin mendorong lahirnya semangat sportivitas dan kolaborasi dari tingkat desa, yang juga menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan di KEK Mandalika.” ujar PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan. Sementara itu, Camat Pujut, H. Jumahir, S.Sos juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan ITDC yang dinilai memberikan dampak positif bagi pengembangan bakat muda di wilayahnya. “Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat kami, karena tidak hanya memperkuat sarana olahraga, tetapi juga membangun semangat anak muda untuk aktif dan berprestasi,” tutur Camat Pujut. Ke depan, kegiatan pembinaan olahraga ini diharapkan dapat berkelanjutan, melalui kerja sama lintas pihak antara pemerintah kecamatan, komunitas olahraga lokal, dan ITDC. Melalui kerja sama lintas pihak yang konsisten antara pemerintah kecamatan, komunitas olahraga lokal, dan ITDC, kegiatan ini dapat berkembang menjadi wadah pembinaan bagi atlet muda di tingkat desa. Sekaligus memperkuat ekosistem olahraga yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. “Melalui kolaborasi ini, KEK Mandalika tidak hanya dikenal sebagai destinasi sportstainment, tetapi juga sebagai pusat pengembangan olahraga masyarakat yang tumbuh dari partisipasi komunitas lokal. Inisiatif semacam ini menjadi wujud nyata komitmen ITDC dalam mendorong pembangunan pariwisata kelas dunia yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan,” tutup Agus.
The Nusa Dua, 22 Oktober 2025 – The Nusa Dua Festival (NDF) 2025 akan dimeriahkan oleh penampilan istimewa Tari Pendet Massal yang dibawakan oleh 100 anak dari desa penyangga kawasan The Nusa Dua pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Penampilan ini menjadi simbol harmoni budaya sekaligus cerminan semangat generasi muda dalam melestarikan warisan seni dan tradisi Bali. Para penari cilik yang berasal dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di sekitar kawasanThe Nusa Dua, khususnya dari Kelurahan Benoa, telah menjalani proses latihan intensif di Pulau Peninsula The Nusa Dua sejak 22 September hingga 18 Oktober 2025. Lokasi tersebut sekaligus menjadi pusat penyelenggaraan Nusa Dua Festival, sehingga anak-anak dapat merasakan langsung atmosfer kawasan yang akan menjadi panggung utama mereka. Latihan ini tidak hanya menjadi ajang persiapan untuk penampilan di festival, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran dan kebanggaan bagi anak-anak untuk mengenal serta mencintai budaya daerahnya sendiri.Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digagas oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua. Melalui kegiatan ini, ITDC berkomitmen untuk memberdayakan anak-anak di desa penyangga agar turut berperan aktif dalam memeriahkan sekaligus menjaga kelestarian budaya Bali sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa pelaksanaan Tari Pendet Massal ini mencerminkan nilai-nilai harmoni dan keberagaman yang menjadi semangat utama The Nusa Dua Festival. “Melalui kegiatan Tari Pendet Massal ini, kami ingin menghadirkan simbol keterlibatan generasi muda dalam menjaga kekayaan budaya Bali. Selain memperkuat kebanggaan terhadap jati diri lokal, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara kawasan pariwisata The Nusa Dua dengan masyarakat di sekitarnya.”Pelaksanaan Tari Pendet Massal ini diharapkan dapat menjadi pembuka yang menggugah semangat masyarakat dan wisatawan dalam menikmati gelaran The Nusa Dua Festival 2025, sebuah perayaan tahunan yang memadukan unsur seni, budaya, kuliner, dan gaya hidup sehat dalam satu kemeriahan di jantung pariwisata Bali Selatan.Melalui langkah ini, ITDC tidak hanya berperan sebagai pengelola kawasan pariwisata bertaraf internasional, tetapi juga sebagai katalisator dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya dan masyarakat, sejalan dengan visi InJourney Group untuk menciptakan ekosistem pariwisata Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Segera dapatkan tiket Anda di www.loket.com/event/nusaduafestival dan nikmati pengalaman festival seni, budaya dan lifestyle terbaik di Bali tahun inikawasan pariwisata The Nusa Dua dengan masyarakat di sekitarnya.
The Mandalika, 10 Oktober 2025 - Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik berkelanjutan dalam setiap penyelenggaraan event internasional, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola berbasis Ekonomi Sirkuler melalui “Integrated Food Surplus Program” selama perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 pada 3-5 Oktober 2025, di Pertamina Mandalika International Circuit, kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).Program ini merupakan bentuk nyata ITDC berfokus pada pengelolaan pangan berlebih, pengurangan sampah makanan, dan meminimalisir jejak karbon dari aktivitas konsumsi pangan selama penyelenggaraan acara berlangsung.Program Food Surplus Management atau Pengelolaan Makanan Berlebih berbasis Ekonomi Sirkuler ini terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu pertama adalah Food Takeaway atau makanan berlebih yang masih layak konsumsi - dari area VIP Royal Box, Deluxe, dan VIP Tent, Kitchen Dorna Sport dan konsumsi panitia - dikumpulkan dan didistribusikan di hari yang sama kepada volunteer dan masyarakat sekitar, termasuk kelompok anak-anak pengajian di kawasan The Mandalika.Program ini berhasil mengemas kelebihan makanan menjadi 1000 kotak makanan ukuran 500ml atau setara dengan 500 gr yang berisi makanan higienis yang masih layak konsumsi. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi pemborosan makanan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial nyata bagi komunitas setempat. Secara langsung program ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:SDG 2 – Zero Hunger: Dengan mendistribusikan makanan berlebih kepada masyarakat, program ini membantu mengurangi kelaparan dan meningkatkan akses pangan bergizi.SDG 12 – Responsible Consumption and Production: Program ini mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan limbah makanan.SDG 13 – Climate Action: Pengurangan sampah makanan berarti pengurangan emisi karbon dari proses produksi, transportasi, dan pembuangan makanan, yang berkontribusi pada aksi mitigasi perubahan iklim.SDG 11 – Sustainable Cities and Communities: Kegiatan ini memperkuat keterlibatan komunitas lokal dalam praktik keberlanjutan, menciptakan ekosistem sosial yang lebih inklusif dan resilien.Sementara itu, kategori kedua adalah Food Waste atau limbah makanan dari makanan yang sudah tidak layak konsumsi, dan akan diolah kembali menjadi kompos agar bermanfaat. Melalui kerja sama dengan Look Up Agro yang merupakan komunitas setempat binaan ITDC, 4,71 ton sampah makanan berhasil dikumpulkan dan saat ini sedang melalui proses sortasi oleh komunitas tersebut.Sampah makanan ini diolah menggunakan metode bio-konversi dengan larva Black Soldier Fly (BSF) dan juga dijadikan kompos secara lokal dan berkelanjutan. Selain efektif dalam mengurangi volume sampah, metode ini juga menghasilkan produk bernilai seperti pakan ternak dari maggot dan pupuk organik dari kompos. Nantinya maggot akan dimanfaatkan kembali oleh komunitas Look Up Agro, sedangkan hasil kompos akan dimanfaatkan untuk mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Integrated Farming System ITDC, yang ditujukan kepada para petani binaan di kawasan The Mandalika.Dengan pendekatan holistik ini, ITDC menerapkan prinsip Circular Economy atau Ekonomi Sirkuler, di mana limbah dari satu sektor (event hospitality) menjadi sumber daya bagi sektor lain (pertanian setempat) yang dikelola di dalam dan sekitar kawasan sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat setempat. Dengan mendorong pengelolaan sumber daya yang efisien, pengurangan limbah, dan pemanfaatan kembali bahan organik maka pengolahan food waste menjadi kompos juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, karena menghindari proses pembusukan limbah makanan yang menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang paling kuat. Atas adanya pengelolaan sampah makanan dengan pola ini, ITDC berupaya menerapkan prinsip carbon neutral, dimana jejak karbon yang timbul dari sisa makanan dapat dinetralkan melalui proses pengomposan dan pengelolaan limbah makanan.
The Nusa Dua, 24 September 2025 - Suasana pantai The Nusa Dua tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga semangat masyarakat yang ikut menjaga denyut pariwisata. ITDC melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan berkolaborasi dengan Public Community Relation (PCR) The Nusa Dua mengajak 60 pedagang pantai untuk mengikuti pelatihan Peningkatan Kapasitas Pedagang Pantai The Nusa Dua dirancang guna memperkuat keterampilan usaha sekaligus mendukung branding The Nusa Dua sebagai destinasi wisata premium (26/09).Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas diri dan usaha lokal agar mampu mendukung kualitas layanan wisata. Peserta mendapatkan pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan usaha kecil, sekaligus peningkatan kemampuan dalam menata produk secara menarik dan profesional. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa “Pelatihan ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk tumbuh dan berkarya bersama masyarakat. Kami ingin memastikan para pedagang pantai memiliki keterampilan yang relevan sehingga mampu mendukung standar layanan The Nusa Dua sebagai destinasi wisata premium.”Materi yang diberikan berfokus pada dua aspek utama yang sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha kecil. Pertama, sesi bertajuk Cerdas Kelola Uang – Pengelolaan Keuangan Sederhana untuk Usaha Kecil memberikan pemahaman mendasar dan praktis mengenai pengaturan keuangan usaha kecil, dengan pendekatan simulasi dan penggunaan lembar kerja harian. Kedua, sesi Tata Produk Menarik – Tingkatkan Penjualan dengan Penataan Produk Efektif membantu peserta memahami pentingnya visual dan estetika produk serta cara sederhana dalam menata produk agar tampil lebih menarik, memudahkan pelanggan, dan meningkatkan daya jual. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari program Community Involvement and Development yang secara konsisten dijalankan oleh ITDC. Melalui program ini, masyarakat di sekitar kawasan The Nusa Dua diharapkan dapat tumbuh dan berkarya bersama, serta menjadi mitra strategis dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan.Melalui pelatihan ini, ITDC berharap dapat tercipta berbagai dampak positif, antara lain meningkatnya profesionalisme pelaku usaha lokal, tampilnya produk dan layanan yang lebih menarik serta berdaya jual, serta terwujudnya sinergi antara pengelola kawasan dan masyarakat sekitar dalam menciptakan pengalaman wisata yang menyeluruh bagi para wisatawan. “Kami yakin peningkatan kapasitas ini akan membawa manfaat nyata bagi para pedagang, mulai dari kemampuan mengelola usaha secara lebih mandiri hingga menata produk agar lebih menarik. Dengan keterampilan baru yang mereka miliki, para pedagang akan semakin percaya diri dalam melayani wisatawan dan mengembangkan usahanya ke arah yang lebih berkelanjutan,” tutup Dwiatmika.
Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), 08 Juli 2025 - Sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu, (6/7), InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak pada Selasa, (8/7). Penyerahan bantuan dilakukan di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berlokasi di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), dan secara simbolis diterima langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok masyarakat, antara lain kebutuhan pangan, perlengkapan kebersihan, perlindungan kesehatan, hingga dukungan alat berat untuk membantu percepatan proses pemulihan di wilayah yang terdampak banjir. Bentuk dukungan teknis dalam penanganan dampak banjir di Kota Mataram, ITDC mengerahkan satu unit excavator dan dua unit dump truck untuk membantu proses normalisasi dan pembersihan wilayah terdampak, khususnya di area yang mengalami endapan lumpur dan kerusakan infrastruktur ringan. Selain bantuan alat berat, ITDC juga menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan pokok, seperti mie instan, minyak goreng, sarden, beras, telur, dan susu anak-anak.Guna mendukung kebersihan dan kesehatan masyarakat pasca banjir, bantuan turut dilengkapi dengan perlengkapan seperti sabun mandi, detergen, minyak kayu putih, obat diare, tolak angin, dan selimut. Untuk membantu pemulihan kondisi hunian warga, ITDC juga menyediakan berbagai peralatan rumah tangga seperti alat pel, sapu, ember, gayung, serokan sampah, dan floor squeezer yang diperlukan dalam proses pembersihan dan penataan kembali lingkungan tempat tinggal. Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas ITDC terhadap masyarakat NTB, khususnya warga Kota Mataram yang terdampak langsung oleh bencana banjir “Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Sebagai bagian dari masyarakat NTB, ITDC terpanggil untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.”Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi kepada ITDC atas kepedulian dan respons cepat dalam membantu penanganan bencana di Kota Mataram. Ia menekankan bahwa penanganan bencana tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari kalangan usaha. “Bantuan dari ITDC menunjukkan itikad baik untuk turut hadir di tengah masyarakat NTB yang sedang membutuhkan. Khususnya, dukungan alat berat yang diserahkan ITDC merupakan bentuk konkret dari komunikasi dan diskusi yang sebelumnya telah dilakukan, dan sangat dibutuhkan untuk percepatan pemulihan wilayah yang terdampak banjir. Langkah ITDC ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya untuk ikut berkontribusi dalam semangat solidaritas dan gotong royong.” ujarnya.Melalui aksi tanggap ini, ITDC menunjukkan bahwa peran perusahaan tidak fokus pada pengembangan kawasan pariwisata, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun ketangguhan sosial masyarakat. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen ITDC sebagai perusahaan yang peduli terhadap keberlanjutan dan inklusivitas, serta selalu siap bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di masa darurat maupun dalam upaya pembangunan jangka panjang. “Kami mengajak seluruh pihak, baik komunitas maupun individu, untuk bersama-sama bergotong royong dalam pemulihan pasca bencana dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kepedulian hari ini akan menentukan ketangguhan kita di masa depan,” tutup Troy.“
The Mandalika, 18 Maret 2025 – Dalam upaya memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan The Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC menggelar Sosialisasi Perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Sertifikasi Halal. Sosialisasi berlangsung pada Rabu (12/3) di Ruang Mandalika, Kantor ITDC, dan diikuti oleh 20 UMKM yang terdiri dari UMKM sekitar desa penyangga kawasan The Mandalika dan Bazaar Mandalika. Sosialisasi Perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Sertifikasi Halal bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya legalitas usaha guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Para peserta membawa produk mereka masing-masing untuk diklasifikasikan oleh narasumber guna mengetahui jenis izin yang diperlukan. Corporate Secretary Group Head ITDC, Million Sekarsari, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal The Mandalika. "Kami ingin memastikan bahwa produk-produk UMKM di The Mandalika tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki legalitas yang memadai agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan perizinan yang jelas, UMKM dapat lebih mudah menembus pasar ritel, e-commerce, dan bahkan ekspor." ujarnya. Dalam sosialisasi yang digelar, peserta mendapatkan materi dari Lalu Wahyu Ardis Pandya, S.P, RHA, CHS, yang merupakan Fasilitator TKDN - Industri Kecil di Dinas Perindustrian Lombok Timur serta Pendamping Proses Produk Halal dan Penyelia Halal dari Edukasi Wakaf Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup proses pengurusan izin PIRT, manfaat sertifikasi halal bagi usaha makanan dan minuman, serta prosedur pendaftarannya melalui platform digital. Selain itu, sesi diskusi interaktif juga digelar untuk menjawab pertanyaan serta mengatasi kendala yang dihadapi oleh para pelaku UMKM dalam proses perizinan. Seiring dengan berkembangnya kawasan pariwisata The Mandalika sebagai destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), kebutuhan akan produk UMKM yang berstandar dan bersertifikasi semakin meningkat. Oleh karena itu, ITDC secara aktif mendukung para pelaku usaha lokal agar lebih siap dalam menghadapi peluang pasar yang lebih luas. “ITDC berencana untuk mengadakan sesi pendampingan lanjutan bagi UMKM yang ingin mengajukan perizinan serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses sertifikasi halal. Harapannya, dengan dukungan ini, UMKM di sekitar Mandalika semakin berdaya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” tutup Million